Loading...
Disease Susceptibility Gene Test 2017-02-24T06:13:39+00:00
Sampel Laporan DSGT
Brosur DSGT

Tes Genetika Untuk Kerentanan Penyakit

Kemajuan ilmu telah membuat kita mampu mendeteksi gen apa yang orang tua turunkan terhadap diri kita. Mengenali gen yang kemungkinan membawa penyakit menjadi terobosan besar dalam penelitian biomedis. Tes Genetika menandai jamannya Penanganan Kesehatan Personal, di mana pendekatan satu untuk semua memberi jalan untuk cara deteksi yang lebih khusus. Hasil tes memudahkan para profesional di bidang kesehatan untuk menyesuaikan program pencegahan penyakit yang sesuai untuk setiap orang dengan keunikan genetiknya masing-masing.

Manfaat Tes Genetika Untuk Kerentanan Penyakit (DSGT)

Genetika adalah bidang ilmu mengenai keturunan. Kecenderungan adalah suatu keadaan dimana ada kemungkinan berkembangnya suatu penyakit.

Tes Kecendereungan Genetika atau Tes Genetika Untuk Kerentanan Penyakit memberi tahu Anda mengenai penyakit apa yang rawan menyerang Anda. Merokok dan minum-minuman keras adalah faktor resiko, namun Kecenderungan  Genetika adalah ibu dari semua faktor resiko. Punya gen suatu penyakit berarti kemungkinan terkena penyakit tersebut makin tinggi (20 hingga 80 persen). Sementara orang-orang tanpa gen suatu penyakit kemungkinan terkena penyakit tersebut lebih rendah sekitar 6 hingga 10 persen.

100 Penyakit yang lazim di dunia saat ini bisa dideteksi dalam Tes Genetika Untuk Kerentanan Penyakit (DSGT). Tes ini membawa perawatan kesehatan preventif ke dimensi yang baru.

Mengenali genetika Anda sama seperti memiliki seperangkat alat baru untuk mengatasi penyakit. Kerentanan bukan berarti keniscayaan. Kerentanan artinya kerawanan, dan masih ada waktu untuk memperbaiki keadaan.  Memprediksi penyakit yang diwariskan kepada kita dan belajar cara mengatasinya adalan seni intervensi; sebelum gen penyakit tersebut berubah menjadi penyakit, maka dengan pengetahuan kita, gen tersebut bisa dimatikan. Map My Gene akan merekomendasikan penanganan kesehatan yang disesuaikan dengan hasil tes Anda untuk membantu dan memberi pemahaman pada Anda mengenai kondisi kesehatan yang Anda wariskan dan mengambil langkah yang tepat untuk melindungi kesehatan Anda.  Mengetahui Pengobatan modern menganggap penyakit sebagai hasil kombinasi gen kerentanan dan lingkungan. Semua terjadinya penyakit terkait dengan gen kita.

Tes genetika untuk mengetahui kerentanan penyakit melalui teknologi terkini bisa mengetahui kemungkinan terjadinya penyakit dan memudahkan Anda untuk mengambil tindakan lebih awal untuk melindungi kesehatan Anda.

Daftar 100 Penyakit Yang Bisa Dideteksi oleh tes DSGT kami

  • Degenerasi Makula terkait usia

  • Aneurisma Aorta Abdominal

  • Hepatitis alkoholik

  • Penyakit Alzheimer’s

  • Sklerosis Lateral Amyotropik

  • Spondilitis Ankylosing

  • Anemia Aplastik

  • Asma

  • Aterosklerosis

  • Fibrilasi atrial

  • Hiperplasia Prostat Jinak

  • Kanker Saluran Empedu

  • Kanker Kantung Kemih

  • Kanker Payudara

  • Kanker leher rahim

  • Penyakit Jantung Koroner

  • Kanker otak

  • Hepatitis B Kronis

  • Sakit Ginjal Kronis

  • Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis

  • Radang Pankreas Akut

  • Sinusitis Akut

  • Diare Berat

  • Sirosis

  • Kanker Usus Besar

  • Penyakit Crohn

  • Nefropati Diabetik

  • Neuropati Diabetik

  • Retinopati Diabetik

  • Kardiomiopati Dilatasi

  • Kanker Dinding Rahim

  • Endometriosis

  • Kanker Kerongkongan

  • Kanker Kantung Empedu

  • Batu Empedu

  • Kanker Lambung

  • Sariawan Lambung

  • Diabetes Semasa Kehamilan

  • Glaukoma

  • Gondongan

  • Asam urat

  • Penyakit Graves’

  • Kehilangan pendengaran

  • Gagal Jantung

  • Hemokromatosis

  • Limfoma Hodgkin’s

  • Hiperkolestrolemia

  • Hiperparatiroidis

  • Darah tinggi

  • Hipertrigliseridemia

  • Hipertropic Kardiomiopati

  • Hipotiroidis

  • Nefropati IgA

  • Infeksi Saluran Pernafasan Atas

  • Aneurisma Intrakranial

  • Batu Ginjal

  • Intoleransi Laktosa

  • Kanker Pangkal Tenggorokan

  • Kanker Darah

  • Kanker Liver

  • Fibrosis Liber

  • Panjang umur

  • Kanker Paru-paru

  • Limfoma

  • Rambut Rontok Pada Pria

  • Kanker Kulit Ganas

  • Sklerosis Multipel

  • Multipleks Myeloma

  • Infark Miokard

  • Kanker Nasofaring

  • Neuroblastoma

  • Hati Berlemak non-alkohol

  • Limfoma Non-Hodgkin

  • Kanker Mulut

  • Osteoarhtritis

  • Osteoporosis/Pengeroposan Tulang

  • Kanker Indung Telur

  • Kanker Pankreas

  • Penyakit Parkinson

  • Periodontitis/Infeksi Gusi

  • Penyakit Pembuluh Darah Perifer

  • Preeklamsia

  • Sirosis Bilier Primer

  • Kanker Prostat

  • Psoriasis/Penyakit autoimun yang menyerang kulit

  • Fibrosis Paru

  • Kanker Ginjal

  • Ketahanan terhadap HIV dan AIDS

  • Penyakit Jantung Rematik

  • Arthritis Rematoid

  • Skizofrenia

  • Nyeri Panggul

  • Sindrom Sjorgen

  • Kanker Kulit

  • Fobia Sosial

  • Stroke

  • Lupus eritematosus sistemik

  • Kanker Testis

  • Tromboembolisma

  • Kanker tiroid

  • TBC

  • Diabetes Tipe 1

  • Diabetes Tipe 2

  • Kolitis Ulserativa/Radang Usus Besar dan Rektum

  • Demensia vaskuler

Video terkait

Cerita ini mengenai Joan, seorang pasien kanker payudara yang juga beresiko terkena kanker indung telur. Dia membagi pengalamannya untuk mendorong banyak orang untuk melakukan tes genetika yang dia yakini bisa menyelamatkan nyawa.

CBS menampilkan wawancara dengan Anna Leininger, konselor genetika. Dia berbicara mengenai bagaimana orang menggunakan informasi dari hasil tes genetika untuk mengambil langkah aktif agar tetap sehat dan meminimalisir resiko tinggi terkena penyakit. Dia juga menggunakan contoh kanker usus besar untuk menjelaskan betapa gen punya dampak besar pada kesehatan kita. Memiliki informasi mengenai kerentanan diri kita terkena penyakit dari gen kita bisa memberikan panduan penting bagaimana melindungi diri kita.

Leininger juga menjelaskan keprihatinan umum kebanyakan orang yang tengah mempertimbangkan melakukan test: Perasaan campur aduk setelah mendapat hasil bahwa dirinya punya kemungkinan besar terkena penyakit tertentu. Dia menyimpulkan bahwa mengetahui resuko memberikan manfaat lebih ketika kita bisa melihatnya secara obyektif dan logis. Setelah menerima hasil, seseorang mampu mengambil langkah pencegahan untuk menghindari penyakit itu, tentunya lebih baik daripada tidak sadar akan resiko kemudian jatuh sakit.

Klip dari CBS ini menampilkan studi kasus Gretchen, penyintas kanker usus besar yang telah menjalani tes genetika, dan saudara laki-lakinya John. Mereka memutuskan menjalani tes genetika setelah menyadari keluarganya punya sejarah penyakit turunan ini.

Mereka berbicara mengenai ketakutan awal mereka setelah mengetahui hasilnya, namun juga mengenai betapa mereka menyadari bahwa menjalani tes ini sangat bermanfaat. Sebagaimana dijelaskan Gretchen, jika saja bisa memutar waktu, neneknya, yang meninggal akibat kanker di usia 45, akan ingin menjalani tes dan mengambil langkah untuk menunda terjadinya penyakit sehingga bisa hidup lebih lama dan menyaksikan anak-anaknya tumbuh.

Klip ini menampilkan Joanie Shubin, pasien kanker payudara. Kondisinya disebabkan oleh mutasi gen, dan disadari pula bahwa anak perempunya bisa juga sudah mewarisi mutasi gen darinya.

Disini mereka menceritakan dampak dari menjalani tes ini pada anaknya, dan betapa hidupnya bisa terpengaruh seandainya ketakutan mereka akan hal terburuk itu terjadi. Namun, akhirnya mereka menyadari bahwa, seperti pada kasus lainnya, bahkan jika hasilnya menunjukkan hal yang terburuk sekalipun, setidaknya itu masih bisa diantisipasi, yang salam kasus Shubin ini dia baru tahu setelah terkena penyakit itu. Mengetahui resiko memudahkan anaknya melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi faktor resiko, dengan demikian bisa meningkatkan peluang bahwa dia tidak akan terkena penyakit yang sama.

Tes ini akan membuat kisahnya berbeda dari kisah ibunya, yang harus mengobati penyakitnya setelah terkena penyakit itu.